Peran
komunikasi dalam organisasi
1. ARTI PENTING KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan
dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi
adalah prasyarat kehidupan manusia. Kehidupan manusia akan tampak hampa apabila
tidak ada komunikasi. Karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik
secara perorangan, kelompok, ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi.
Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi
dan reaksi. Aksi dan reaksi dilakukan manusia baik secara perorangan, kelompok,
atau organisasi.
Sebagai makhluk sosial, kita tidak
bisa menghindar dari tindakan komunikasi menyampaikan dan menerima pesan dari
dan ke orang lain. Tindakan komunikasi ini terus menerus terjadi selama proses
kehidupannya. Prosesnya berlangsung dalam berbagai konteks baik fisik,
psikologis, maupun sosial, karena proses komunikasi tidak terjadi pada sebuah
ruang kosong. Pelaku proses komunikasi adalah manusia yang selalu bergerak
dinamis. Komunikasi menjadi penting karena fungsi yang bisa dirasakan oleh
pelaku komunikasi tersebut. Melalui komunikasi seseorang menyampaikan apa yang
ada dalam benak pikirannya dan perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik
secara langsung maupun tidak langsung. Melalui komunikasi seseorang dapat
membuat dirinya tidak merasa terasing atau terisolasi dari lingkungan di
sekitarnya.
2.
Jenis-jenis dan proses komunikasi
Jenis
Komunikasi
Untuk mengetahui komunikasi antara
pimpinan perusahaan dengan karyawan komunikasi dibedakan menjadi tiga menurut
jenisnya: (Soejono Trimo, Analisis Kepemimpinan Angkasa Bandung. 1986)
a. Downward Communication
Koordinasi melalui rencana yang telah dibuat (by plan) yang dapat dikatakan koordinasi itu mencapai bentuk komunikasi yang akhirnya berjalan kebawah. Komunikasi ini bersifat satu arah dari pemimpin kepada bawahanya. Informasi yang disampaikan meliputi antara lain, kebijaksanaan pemimpin, peraturan, ketentuan yang harus diikuti oleh pekerja. jadwal kegiatan atau program dan alokasi sumber-sumber.
a. Downward Communication
Koordinasi melalui rencana yang telah dibuat (by plan) yang dapat dikatakan koordinasi itu mencapai bentuk komunikasi yang akhirnya berjalan kebawah. Komunikasi ini bersifat satu arah dari pemimpin kepada bawahanya. Informasi yang disampaikan meliputi antara lain, kebijaksanaan pemimpin, peraturan, ketentuan yang harus diikuti oleh pekerja. jadwal kegiatan atau program dan alokasi sumber-sumber.
Makin jelas atau pasti suatu
kegiatan atau pekerjaan makin kurang bimbingan atau pemrosesaninformasi
yang diperlukan, sehingga pemimpin cukup mengkoordinasikan pekerjaan
bawahan melalui rencanakerja yang telah disiapkan.
b. Upward
Communication
Koordinasi melalui umpan balik (feed back), berarti komunikasi teratur keatas, dari bawahan kepimpinan terutama dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis, pemimpin atau manajer sangat memerlukan input informasi yang berupa laporan, saran dari bawahan untuk dapat mengkoordinasikan seluruh kegiatan itu.
Koordinasi melalui umpan balik (feed back), berarti komunikasi teratur keatas, dari bawahan kepimpinan terutama dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis, pemimpin atau manajer sangat memerlukan input informasi yang berupa laporan, saran dari bawahan untuk dapat mengkoordinasikan seluruh kegiatan itu.
c. Komunikasi
Horizontal atau Diagonal
Koordinasi melalui interaksi lateral sebenarnya merupakan satu alur komunikasi atau informasi yang sifatnya horizontal atau diagonal antar departemen/unit-unit dalam organisasi.
Koordinasi melalui interaksi lateral sebenarnya merupakan satu alur komunikasi atau informasi yang sifatnya horizontal atau diagonal antar departemen/unit-unit dalam organisasi.
Informasi dipakai pemimpin
bilamana karakteristik tugas atau pekerjaan itu mengandung derajat ketidak
pastian yang tinggi.
Dalam kondisi tugas atau pekerjaan
semacam ini pemimpin atau bawahan amat membutuhkan pemrosesan informasi yang
tinggi berkaitan enggan tugas atau pekerjaan yang dilaksanakan, masukan-masukan
tidak hanya dari kelompok atau unit kerjanya sendiri, akan tetapi memerlukan
pula informasi dari unit-unit kerja lain dalam organisasi itu.
Proses
Komunikasi
Proses komunikasi adalah bagaimana
komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan
suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi
ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan
komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi termasuk juga suatu proses
penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau
beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan
informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi berasal
dari bahasa latin communis yang berarti sama. Communico, communicatio atau
communicare yang berarti membuat sama. Secara sederhana komunikasi dapat
terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima
pesan.
Pada umumnya komunikasi dilakukan
secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila
tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih
dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, dan menunjukkan sikap
tertentu seperti tersenyum, mengangkat bahu dan sebagainya. Komunikasi ini
disebut komunikasi nonverbal. Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan
komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses
komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada
penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Melalui komunikasi sikap
dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
a. komunikator
Komunikator adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam sebuah proses komunikasi.Dengan kata lain, komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan.Seorang komunikator tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan kepada penerima, namun juga memberikan respons dan tanggapan, serta menjawab pertanyaan dan masukan yang disampaikan oleh penerima, dan publik yang terkena dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Komunikator adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam sebuah proses komunikasi.Dengan kata lain, komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan.Seorang komunikator tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan kepada penerima, namun juga memberikan respons dan tanggapan, serta menjawab pertanyaan dan masukan yang disampaikan oleh penerima, dan publik yang terkena dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung.
b. Pesan
adalah setiap pemberitahuan, kata, atau komunikasi baik lisan maupun tertulis, yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain.Pesan menjadi inti dari setiap proses komunikasi yang terjalin pesan terbagi menjadi dua, yakni pesan verbal dan non-verbal. Pesan verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya menggunakan kata-kata, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan apa yang didengarnya.Sedangkan, pesan non-verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya tidak menggunakan kata-kata secara langsung, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan gerak-gerik, tingkah laku, mimik wajah, atau ekspresi muka pengirim pesan.Pada pesan non-verbal mengandalkan indera penglihatan sebagai penangkap stimuli yang timbul.
adalah setiap pemberitahuan, kata, atau komunikasi baik lisan maupun tertulis, yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain.Pesan menjadi inti dari setiap proses komunikasi yang terjalin pesan terbagi menjadi dua, yakni pesan verbal dan non-verbal. Pesan verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya menggunakan kata-kata, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan apa yang didengarnya.Sedangkan, pesan non-verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya tidak menggunakan kata-kata secara langsung, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan gerak-gerik, tingkah laku, mimik wajah, atau ekspresi muka pengirim pesan.Pada pesan non-verbal mengandalkan indera penglihatan sebagai penangkap stimuli yang timbul.
c. Penerima
adalah pihak yang memperoleh pesan atau stimulus yang dikirmkan oleh sumber. Stimulus yang diterima tersebut dapat terdiri dari beraneka ragam bentuk, seperti kata-kata, tulisan, gerak-gerik, mimik muka, ekspresi wajah, sentuhan, aroma, serta perbuatan atau tingkah laku lawan bicara.Selanjutnya, peran penerima adalah mencerna dan menanggapi stimulus tersebut dengan mendengar, melihat, membau, atau merasakan.Secara garis besar, penerima dapat terbagi menjadi penerima aktif dan penerima pasif.Penerima pasif adalah orang yang hanya menerima stimulus yang datang kepadanya, tanpa memberikan tanggapan serta umpan balik (feedback).Sedangkan, penerima aktif adalah orang yang tidak saja menerima stimulus yang datang kepadanya, tetapi juga memberikan tanggapan atau feedback secara aktif (berkelanjutan) kepada pengirim.
adalah pihak yang memperoleh pesan atau stimulus yang dikirmkan oleh sumber. Stimulus yang diterima tersebut dapat terdiri dari beraneka ragam bentuk, seperti kata-kata, tulisan, gerak-gerik, mimik muka, ekspresi wajah, sentuhan, aroma, serta perbuatan atau tingkah laku lawan bicara.Selanjutnya, peran penerima adalah mencerna dan menanggapi stimulus tersebut dengan mendengar, melihat, membau, atau merasakan.Secara garis besar, penerima dapat terbagi menjadi penerima aktif dan penerima pasif.Penerima pasif adalah orang yang hanya menerima stimulus yang datang kepadanya, tanpa memberikan tanggapan serta umpan balik (feedback).Sedangkan, penerima aktif adalah orang yang tidak saja menerima stimulus yang datang kepadanya, tetapi juga memberikan tanggapan atau feedback secara aktif (berkelanjutan) kepada pengirim.
d. Feedback
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
3. Contoh kasus komunikasi dan solusinya
Kru
British Airways Mogok 3 Hari, 1.100 Penerbangan Akan Dibatalkan
London
– Maskapai penerbangan Inggris, British Airways (BA) dilanda aksi mogok kerja
para krunya. Ribuan kru kabin BA hari ini memulai aksi mogok yang akan
berlangsung tiga hari.
Mogok
tersebut dilakukan untuk memprotes rencana pengurangan ongkos operasional BA
yang akan berdampak pada gaji pekerja.
Sebelumnya
BA berencana menghemat belanja sebanyak 62,5 juta poundsterling untuk mengatasi
dampak negatif yang muncul karena menurunnya penumpang, fluktuasi harga bahan
bakar dan persaingan dengan maskapai lainnya.
Lebih
dari 1.000 penerbangan BA bakal mengalami pembatalan selama tiga hari pemogokan
tersebut. Mogok kerja ini dilakukan setelah negosiasi antara pimpinan serikat
dagang terbesar Inggris, Unite, Tony Woodley dengan kepala eksekutif BA Willie
Walsh menemui jalan buntu.
“Dengan
kekecewaan besar saya harus katakan bahwa semua negosiasi telah gagal,” kata
Woodley kepada wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/3/2010).
“Perusahaan
ini (BA) tidak ingin bernegosiasi, perusahaan ini hanya ingin berperang dengan
anggota-anggota saya,” imbuh Woodley.
Total
1.100 penerbangan BA dari sekitar 1.950 penerbangan yang dijadwalkan selama
aksi mogok ini akan dibatalkan.
BA
bertekad untuk tetap menerbangkan setidaknya 60 persen penumpang dengan
mengandalkan para staf yang tidak ikut mogok. BA juga akan menggunakan 22
pesawat dengan pilot dan kru dari delapan maskapai Eropa lainnya.
(sumber: detik.com)
Permasalahan
atau konflik yang terjadi antara karyawan atau karyawan dengan atasan yang terjadi
karena masalah komunikasi harus di antisipasi dengan baik dan dengan system
yang terstruktur. Karena jika masalah komunikasi antara atasan dan bawahan
terjadi bias-bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya mogok kerja,
bahkan demo.
Sehingga
untuk mensiasati masalah ini bisa dilakukan dengan berbagai cara.
1.
Membentuk suatu system informasi yang
terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi. Misalnya, dengan
membuat papan pengumungan atau pengumuman melalui loudspeaker.
2.
Buat komunikasi dua arah antara atasan
dan bawahan menjadi lancer dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin,
karena dengan komunikasi yang dua arah dan intens akan mengurangi masalah di
lapangan
3.
Beri pelatihan dalam hal komunikasi
kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru
bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal
komunikasi
Biasanya
masalah timbul karena lingkungan yang kurang kondusif di suatu perusahaan.
Misalnya, kondisi cahaya yang kurang, atau sirkulasi yang kurang baik, dan
temperature ruangan yang tinggi sangat mungkin untuk meningkatkan emosi
seseorang, jadi kondisi dari lingkungan juga harus di perhatikan
Konflik
dalam perusahaan juga sering terjadi antar karyawan, hal ini biasanya terjadi
karena masalah diluar perusahaan, misalnya tersinggung karena ejekan, masalah
ide yang dicuri, dan senioritas. Perusahaan yang baik harus bisa menghilangkan
masalah senioritas dalam perusahaan. Hal ini dapat meminimalisir masalah yang
akan timbul, kerena dengan suasanya yang harmonis dan akrab maka masalah akan
sulit untuk muncul.
kerjasama
tim dalam kelompok
arti
dan karateristik kelompok
Pengertian dan Karakteristik Kelompok
1. Pengertian Kelompok
Kelompok
dapat diartikan sejumlah orang yg terlibat dalam interaksi pada suatu
pertemuan tatap muka, di mana setiap anggota mendapat kesan yg jelas, sehingga
seseorang baik di saat timbul pertanyaan maupun sesudahnya dpt memberikan
tanggapan kepada yang lainnya.
Menurut ADLER
& RODMAN, Kelompok
adalah sekumpulan kecil orang yg saling berinteraksi, biasanya tatap muka dlm
waktu yg lama guna mencapai tujuan tertentu. Ada 4 elemen kelompok
yaitu: interaksi, waktu, ukuran, tujuan.
2. Karakteristik Kelompok
Karakteristik
Kelompok (Sorsyth, 1979), yaitu:
1. Interaksi →
Fisik, verbal, nonverbal, emosional
2. Struktur →
Pola hubungan yang stabil diantara anggota
- Role yang telah
diharapkan dan seseorang yang telah menduduki
- Norma : Aturan
yang mengidentifikasi atau mendeskripsikan perilaku yang tepat
- Relasi antar
anggota
3. Tujuan
- Intrinsik
- Ekstrinsik
(tujuan bersama):
a. Faktor
pemersatu paling kuat (ex: olah raga)
b. Memotivasi
perilaku tertentu sehingga tujuan tercapai
4. Groupness →
entitavity (kesatuan) : Tingkat dimana kesatuan kekuatan
tunggal menyatu
5. Ketergantungan
Dinamis
3. Tahapan Pembentukan Kelompok
Tahap-tahap
Pembentukan Kelompok
Model pembentukan
suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman pada
1965. Teori ini
dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik
dan menghasilkan
banyak ide-ide lain setelah konsep ini dicetuskan.
Teori ini
memfokuskan pada cara suatu kelompok menghadapi suatu tugas mulai dari
awal pembentukan
kelompok hingga proyek selesai.
Selanjutnya
Tuckman menambahkan tahap kelima yaitu adjourning dan transforming
untuk melengkapi
teori ini.
Tahap 1 – Forming
Pada tahap ini,
kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok
cenderung untuk
bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka
belum saling
mengenal dan belum bisa saling percaya. Waktu banyak dihabiskan untuk
merencanakan,
mengumpulkan infomasi dan mendekatkan diri satu sama lain.
Tahap 2 –
Storming
Pada tahap ini
kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas
yang mereka
hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah apa yang harus
merka selesaikan,
bagaimana fungsi mereka masing-masing dan model kepemimpinan
seperti apa yang
dapat mereka terima. Anggota kelompok saling terbuka dan
mengkonfrontasikan
ide-ide dan perspektif mereka masing-masing.
Pada beberapa
kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula beberapa
kelompok yang
mandek pada tahap ini.
Tahap storming
sangatlah penting untuk perkembangan suatu kelompok. Tahap ini bisa
saja menyakitkan
bagi anggota kelompok yang menghindari konflik. Anggota kelompok
harus memiliki
toleransi terhadap perbedaan yang ada.
Tahap 3 – Norming
Terdapat kesepakatan
dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung
jawab telah
jelas. Kelompok mulai menemukan haromoni seiring dengan kesepakatan
yang mereka buat
mengenai aturan-aturan dan nilai-nilai yang digunakan.
Pada tahap ini,
anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring
dengan mereka
melihat kontribusi penting masing-masing anggota untuk kelmpok.
Tahap 4 –
Performing
Kelompok pada
tahap ini dapat berfungsi dalam menyelesaikan pekerjaan dengan
lancar dan
efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota
kelompok saling
tergantung satu sama lainnya dan mereka saling respek dalam
berkomunikasi.
Supervisor dari
kelompok ini bersifat partisipatif. Keputusan penting justru banyak
diambil oleh
kelompok.
Tahap 5 – Adjourning
dan Transforming
Ini adalah tahap
yang terakhir dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan
diri. Kelompok
bisa saja kembali pada tahap manapun ketika mereka mengalami
perubahan
(transforming). Misalnya jika ada review mengenai goal ataupun ada
perubahan anggota
kelompok.
Keunggulan dari
teori ini adalah menjadi suatu pedoman dalam pembentukan suatu
Contoh
kerjasama dalam organisasi
4.
Koperasi
Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung dengan Koperasi.
Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung dengan Koperasi.
Tipe
Organisasi Fungsional
KELEBIHAN
1.
Profesionalisme atau keahlian yang lebih
Karena
setiap management hanya menangani satu bidang saja, sehingga memunculkan
orang-orang yang kompeten dibidangya masing-masing. hal ini menjadi salah satu
faktor bagaimana masing-masing divisi berjalan sesuai dengan program yang telah
direncanakan.
2.
Perusahaan Lebih Produktif
Dengan
struktur kerja yang baik menyebabkan para pekerja bekerja dengan giat guna
mencapai hasil yang baik.
3.
Memunculkan Inovasi
Bagitu
banyak orang-orang yang kompeten dibidang masing-masing, menimbulkan
kreativitas, ide-ide serta inovasi sehingga perusahan tidak berjalan ditempat
dan varietas kerja pun makin beragam.
4.
Perusahaan lebih Berkembang dan maju
Dengan
banyaknya inovasi yang muncul maka perusahaan pun akan cepat berkembang dengan
mengatur setiap tujuan-tujuan yang diharapkan dapat memajukan perusahaan.
KELEMAHAN
1.
Karena banyak orang yang ahli dan kompeten dibidangnya maka muncul konflik-konflik
baik secara vertikal maupun horizontal, Tidak jarang terjadi
gesekan-gesekan opini dan ide dimasing-masing bidang yang dapat menganggu
stabilitas perusahaan.
2.
Sulit mengontrol perusahaan karena banyaknya bidang, divisi, serta
ilmuwan-ilmuwan di masing-masing bidang. sehingga harus merekrut dewan
pengawas ditiap bidang.
3.
Penympangan-penympangan menjadi sulit terlacak dan lebih sering terjadi yang
dapat merugikan perusahaan. banyaknya bidang yang harus dicontrol menyebabkan
lemahnya pengawasan.
4.
muncul persaingan yang tidak sehat karena masing-masing individu merasa ahli
dan berperan dalam perusahaan.
http://rifqitkj.blogspot.com/2013/11/macam-macam-organisasi-kerja-sama.html
http://hellmie.wordpress.com/2009/12/29/kelebihan-dan-kelemahan-struktur-organisasi-fungsional/
Nama
Kelompok:
Aditya prabowo (10112246)
Agung munandar (10112362)
Eko nur laksono (12112432)
Muhammad sholahuddin Rabani (15112099)
Muhammad Ridwan (15112062)
Muhammad
adzanil fajrin (14112847)
Roby sardani (16112661)
Sidiq kurnia pratomo (16112997)
Kelas :
2ka35

Tidak ada komentar:
Posting Komentar